Macam-Macam Lensa

MACAM-MACAM LENSA
Lensa Tunggal (Single Vision Lenses)
Lensa Tunggal hanya terdiri dari satu ukuran, baik untuk jarak jauh, menengah (komputer), atau dekat. Bahannya terdiri dari kaca, plastik, atau polikarbon.
Lensa Bifokal (Bifocal Lenses)
Lensa Bifokal terdiri dari 2 ukuran sehingga bisa menunjukkan pandangan yang baik untuk jarak jauh dan jarak dekat.
Lensa Bifokal menyediakan potongan lensa untuk membaca dengan banyak sekali bentuk dan lebar. Yang paling terkenal ialah Flat Top dengan lebar sekitar 28 mm.
Lensa Progresif (Progressive Lenses)
Lensa progresif menunjukkan perubahan yang tidak terlihat antara jarak jauh, menengah, dan jarak dekat. Makara bila dengan bifokal anda hanya punya 2 ukuran untuk jarak jauh dan jarak dekat, dengan progresif semua ukuran termasuk jarak menengah sudah termasuk dengan perubahan ukuran yang bertahap. Ini selain menunjukkan pandangan lebih baik, juga orang tidak tahu kalau anda juga mengenakan lensa untuk membaca.
Lensa Transition (Transition Lenses)
Ini ialah lensa yang bisa berubah warna. Jika dalam ruangan, warnanya menjadi bening persis kacamata baca. Tapi bila di luar ruangan, apalagi dengan sinar matahari yang cerah, warnanya akan berubah jadi gelap menyerupai Sunglasses sehingga menunjukkan pertolongan mata anda dari sinar Ultra Violet. Pilihan warna majemuk dari abu-abu, coklat, hijau, dan sebagainya.
Mengenal Lensa Kacamata
Ada 2 jenis lensa kacamata berdasarkan bahannya, yaitu :
1. Lensa non-organik, umumnya disebut lensa kaca.
2. Lensa organik, umumnya disebut lensa plastik.
Lensa beling sendiri sanggup dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan materi dasar dan indeks biasnya, antara lain :
Lensa beling crown (memiliki indeks bias 1.5)
• Lensa beling flint (memiliki indeks bias 1.6)
• Lensa beling highlite (memiliki indeks bias 1.7)
• Lensa beling thindex (memiliki indeks bias 1.8)
• Lensa beling barium (biasa dipakai untuk lensa bifokal)
Sedangkan lensa plastik, berdasarkan materi dasarnya sanggup dibedakan sebagai berikut :
• Lensa plastik CR-39
• Lensa plastik MR-8
• Lensa plastik polycarbonate
Di Indonesia, yang paling umum dipakai untuk lensa beling ialah jenis crown, flint dan barium (untuk bifokal); sedangkan untuk lensa plastik ialah jenis CR-39.
Di Amerika, penggunaan lensa beling dan lensa plastik CR-39 sudah semakin ditinggalkan. Hal ini disebabkan lantaran aktivitas “Duty To Warn” yang diterapkan oleh Asosiasi Laboratorium Optikal (OLA), yaitu suatu aktivitas yang mengharuskan pihak optik untuk menunjukkan klarifikasi sekaligus edukasi terhadap pemakai kacamata, khususnya anak-anak mengenai pilihan jenis frame dan lensa, termasuk ancaman penggunaan lensa beling maupun plastik biasa. Seperti diketahui, lensa plastik polycarbonate mempunyai keunggulan lebih ringan dan lebih tahan terhadap benturan dibanding lensa plastik biasa, terlebih lensa kaca. Oleh alasannya ialah itu jenis lensa polycarbonate dijadikan saran utama yang diberikan pemakai kacamata bila hendak membeli lensa. Bila pemakai ternyata tetap menentukan jenis lensa lain, maka pemakai (dalam hal anak di bawah umur, berarti orangtuanya) diwajibkan menandatangani surat pernyataan.
Menurut fungsi, lensa sanggup dikategorikan menjadi :
1. Lensa single vision (fokus tunggal).
2. Lensa bifokal (fokus ganda).
3. Lensa multifocal (multi fokus bertahap).
Seperti namanya, lensa single vision dipergunakan untuk mengakomodasi kelainan refraksi untuk fokus tunggal. Kacamata dengan lensa single vision hanya sanggup dipakai untuk melihat jauh saja atau bersahabat saja.
Sedangkan lensa bifokal dipergunakan untuk mengakomodasi mata presbiopia (mata tua). Kacamata dengan lensa bifokal sanggup dipergunakan untuk melihat jauh sekaligus bersahabat dengan 1 lensa.
Yang paling terkini ialah lensa multifocal, lazim disebut lensa progresif. Lensa ini utamanya mempunyai keunggulan dalam segi estetika, alasannya ialah pada lensa progresif, batas antara bidang lensa untuk melihat jauh dan bidang lensa untuk melihat bersahabat didesain sedikit demi sedikit dan tidak terlihat secara faktual alias semu (samar). Ditambah dengan fungsi untuk melihat jarak sedang, sehingga menunjukkan kenyamanan lebih bagi pemakai kacamata yang lebih banyak menghabiskan waktu “di belakang meja”.
Lensa yang beredar di Indonesia pada umumnya telah disertai dengan lapisan anti reflektif, dan untuk lensa plastik, khususnya, ditambah dengan lapisan tahan gores. Selain 2 lapisan itu, ada juga lapisan hidrophobik (biasanya ditambahkan pada lensa plastik), yaitu lapisan yang memungkinkan lensa lebih licin sehingga air sanggup meluncur dengan mudah. Ada juga lapisan cermin yang sanggup menunjukkan efek laksana cermin.
Ada satu lagi jenis lensa yang desainnya berbeda, yaitu lensa photocromic. Lensa jenis ini umumnya mempunyai kemampuan untuk menangkal sinar ultra violet lebih dari lensa non-photocromic. Lensa jenis ini sanggup dengan gampang dikenali dengan memakainya di daerah yang terkena sinar matahari langsung. Bila lensa tersebut berubah warna, menjadi semakin gelap, berarti lensa tersebut ialah jenis photocromic. Setelah masuk ke dalam ruangan (tidak lagi terkena sinar matahari langsung), maka lensa tersebut akan kembali asal.
Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dari suatu lensa photocromic ialah :
• Kejernihan warna lensa.
• Kecepatan perubahan warna dari terang menjadi gelap.
• Tingkat kegelapan lensa.
• Kecepatan perubahan warna dari gelap menjadi terang kembali.
• Umur pemakaian.
Salah satu produsen lensa photocromic yang terkenal ialah Transitions Optical, Inc., yang bangkit tahun 1990 di Florida, Amerika. Dengan slogannya Healthy sight in every light ™, Transitions® berhasil mempopulerkan lensa yang sehat untuk mata. Saat ini lensa Transitions® yang umum beredar ialah generasi ke-6 dengan teknologi photocromic termuktahir, yang sanggup berubah warna dengan lebih cepat dari sebelumnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Macam-Macam Lensa"

Posting Komentar